wenyTHEpooh's Blog

Pembiayaan Syariah untuk Kemaslahatan Petani dan Nelayan

Posted on: February 20, 2011

Oleh: Weny Listianawati

 

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Artikel ini akan memperkenalkan konsep pembiayaan syariah bagi rakyat kecil seperti petani dan nelayan.. semoga bermanfaat..🙂

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati garis khatulistiwa. Oleh sebab itu, Indonesia disebut sebagai negara tropis. Tanah Indonesia sangatlah subur. Berbagai tanaman dapat tumbuh di negeri ini. Karena tanahnya yang subur, sektor pertanian pun tumbuh subur di Indonesia.

Sektor pertanian yang tumbuh subur di Indonesia tak diiringi dengan kemakmuran rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar petani yang masih melarat. Mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak hal yang mempengaruhinya, seperti petani yang masih menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga yang sangat murah, tidak adanya biaya modal untuk meneruskan pertanian setelah panen, dan gagalnya panen akibat musibah karena wabah hama maupun bencana alam.

Untuk membantu usaha tani supaya tidak mengalami kerugian, pemerintah membantu dengan meminjamkan modal kepada para petani melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dengan adanya BPR, petani yang mengalami kerugian panen akibat musibah dapat kembali bertani dengan meminjam modal. Tentunya pinjaman ini akan dikembalikan setelah petani mendapatkan keuntungan dari hasil panennya. Namun kebanyakan BPR menimpakan bunga terhadap modal yang dipinjamkan petani, walaupun memang bunga tersebut tidak sebesar bunga yang diberikan para tengkulak kepada petani.

Bagi para muslim, peminjaman uang yang disertakan bunga walaupun itu kecil tetap saja ada dalam pengertian riba. Riba sangat tidak dianjurkan dalam Islam karena sifatnya yang merugikan si peminjam. Karena hal ini, para ahli dalam bidang ekonomi syariah membentuk suatu pembiayaan untuk membantu para petani melalui jalan yang tidak melanggar norma Islam. Pembiayaan ini biasa disebut dengan Bai’ as salam atau Salam.

Bai’ as salam adalah proses jual beli yang dilakukan, di mana penjual (muslam ilaih) setuju untuk mensuplai sejumlah barang dengan kualitas dan karakteristik tertentu (muslam fiih) pada tanggal tertentu di masa yang akan datang kepada pembeli (rabbus salam). Sementara pembeli membayar harga jual secara penuh (ra’sul maal) saat terjadi transaksi. Biasanya harga yang disepakati lebih rendah dari harga pasar. Hal tersebut dimaksudkan agar kepentingan pembeli tidak terabaikan (Irfan Syauqi Beik, 2006).

Bai’ as salam atau yang biasanya disebut Salam saja sangat bermanfaat bagi petani, sehingga tidak hanya para muslim saja yang berminat namun juga para non muslim yang melihat pembiayaan ini lebih baik daripada memberi bunga. Konsep dari pembiayaan ini secara gamblang seperti berikut: misalnya seorang petani mampu menghasilkan 10 ton kentang melalui lahan pertaniannya. Biaya untuk memproduksi kentang adalah Rp 3000/kg. Harga kentang di pasaran adalah Rp 5000/kg. Dengan konsep Salam, bank syariah membeli hasil tani tersebut di muka dengan harga Rp 4000/kg. Sehingga pembeli dan petani mendapatkan keuntugan sebesar Rp 1000/kg atau 10 juta (dikalikan 10 ton). Dengan begitu, petani mendapatkan dana segar untuk melakukan pertanian dan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya selama kurun waktu pertanian tersebut.

Sayangnya hal yang bermanfaat tersebut masih sangat minim diterapkan di negeri kita ini. Bank syariah yang berdiri di negara kita tak sebanyak bank konvensional. Orang-orang Indonesiapun tak banyak yang menaruh modal pada sektor pertanian. Hal ini banyak sebabnya, salah satunya adalah ketakutan kalau-kalau usaha tani ini mengalami kegagalan sehingga penanam modalpun bisa mengalami kerugian. Karena tak mau ambil resiko, penanam modalpun hanya ingin menanamkan modalnya pada komoditi pertanian yang bernilai jual tinggi.

Pemerintah seharusnya mendukung penuh konsep pembiayaan Salam ini tidak hanya melalui bank syariah melainkan juga melalui para pemodal. Jangan biarkan para petani selalu ditindas para tengkulak. Sebaiknya pemerintah membuat bank yang khusus bergerak pada bidang pertanian dengan konsep syariah, yaitu bank pertanian syariah.

Penulis juga berfikir seharusnya tidak hanya petani yang harus dibantu melalui konsep Salam ini, tetapi juga para nelayan. Nelayan dari jaman dahulu sampai sekarang tidak ada yang kaya. Mereka tetap saja hidup kesusahan walaupun setiap hari pergi melaut mencari ikan. Entah hal itu karena ulah tengkulak atau pun sebab lainnya.

Dengan konsep pembiayaan syariah, nelayan dapat dibantu untuk juga memproduksi hasil lautnya sehingga nilai jualnya tidak terlalu rendah. Dengan hanya menjual komoditas laut berupa ikan segar apalagi kepada tengkulak, hanya akan mendapatkan untung yang tidak seberapa. Tapi jika hasil laut ini diolah terlebih dahulu dan dijual kepasaran akan menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Namun untuk mewujudkan hal ini, tentunya para nelayan juga harus memiliki modal yang cukup. Dalam hal inilah pembiayaan syariah berperan. Pembiayaan ini tidak hanya berpusat pada keuntungan tetapi juga kemaslahatan bagi peminjam maupun yang meminjamkan.

Untuk meningkatkan konsep pembiayaan syariah (Salam) tentunya harus diperkenalkan dan disosialisasikan dengan baik khususnya ke daerah-daerah pedesaan. Sosialisasi ini baiknya dilakukan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga pembiayaan syariah (seperti bank syariah). Warga desa mungkin saja masih awam dengan konsep pembiayaan syariah ini tapi tak ada salahnya untuk mencoba, berhubung masyarakat desa masih kental dengan syariat agama. Merekapun akan mengerti dan menerima jika konsep tersebut baik untuk mereka.

Bai’ as salam atau Salam, inilah konsep pembiayaan syariah untuk kemaslahatan para petani, nelayan, dan para pengusaha kecil dan menengah. Konsep ini tidak merugikan salah satu pihak dan juga tidak menguntungkan salah satu pihak. Konsep syariah ini membagi hasil keuntungan secara merata. Semoga konsep pembiayaan syariah ini maupun pembiayaan syariah lainnya dapat cepat tersosialisasi dan terealisasi dengan baik, sehingga dapat membantu hajat hidup orang banyak, terutama rakyat kecil. Amiiin. 😀

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Oleh: Weny Listianawati

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Artikel ini akan memperkenalkan konsep pembiayaan syariah bagi rakyat kecil seperti petani dan nelayan.. semoga bermanfaat.. J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: