wenyTHEpooh's Blog

Wanita dan Rasa Kue

Posted on: January 15, 2010

Ibnu Abbas bukan cuma seorang yang pandai dan cerdik, tetapi juga tampan. Banyak gadis tergila-gila padanya. Namun, dia hanya ingin beristri wanita salihah. Maka Allah pun mengabulkan keinginannya.

Pada suatu hari, istrinya diajak bersilaturahmi ke semua kerabat dan handai taulan. Tetapi, orang-orang, terutama kaum lelaki, selalu melirik pada sang istri ketimbang Ibnu Abbas. Ibnu Abbas merasakan lirikan itu penuh dengan nafsu dan gairah. Hal ini membuatnya galau.

Akhirnya, Ibnu Abbas mengundang para rekan dan kerabatnya untuk berkunjung ke rumahnya. Dia menyediakan hidangan kue berbentuk sama, tetapi beraneka warna mulai dari putih, coklat, kuning, dan hitam. Dan Ibnu Abbaspun mempersilakan para tamunya untuk mencicipi hidangan itu.

“Wah, kue yang coklat ini lezat,” bisik seorang tamunya. “Tetapi kue yang putih ini juga nikmat,” bisik tamu lainnya. Tamu-tamu yang mencicipi kue itu tidak percaya, lalu mencoba kue-kue yang disarankan rekan-rekannya. “Rasanya sama aja dengan kue yang berwarna coklat tadi,” ujar seorang rekannya.

Perbincangan para tamu berkutat pada kue yang beraneka warna, namun satu rasa, yaitu manis semua. Akhirnya Ibnu Abbas berbicara, “Saudara-saudaraku semua, saya sengaja memberi warna kue ini dengan warna putih, coklat, kuning, hitam, namun rasanya sama, manis semua. Begitu juga dengan istri-istri saudara. Mereka yang berkulit putih, coklat, kuning, da hitam, walaupun berbeda warna, rasanya bisa saya pastikan sama semua.”

Rasulullah saw menganjurkan kepada mereka yang sudah beristri, jika melihat wanita lain lalu bernafsu, hendaknya segera pulang dan menunaikan kewajibannya sebagai suami terhadap istri. Apa yang dimiliki wanita lain juga ada pada istri kita.

Sementara itu, terhadap mereka yang belum menikah, dalam hadisnya Rasulullah berkata, “Wahai para pemuda, siapa pun diantara Anda yang sudah mampu [memberi nafkah lahir dan batin] segeralah menikah. Sementara bagi yang belum mampu, lebih baik baginya berpuasa karena puasa dapat membendung hawa nafsu.”

Dalam hadist yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal, Nabi bersabda, “Pandangan [bernafsu] adalah anak panah yang beracun dari busur Iblis. Barang siapa yang menahan pandangannya dari kemolekan wanita, Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari perjumpaannya dengan Allah.”

Disadur dari: Muhtadi Kadi, (internet) dari Renungan Islam

Majalah Paras (Bacaan Wanita Islam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: