wenyTHEpooh's Blog

Sekilas Tentang Ibadah Haji

Posted on: January 30, 2011

Ibadah Haji

Ibadah Haji

 

 

Ibadah haji merupakan salah satu jenis ibadah yang dilaksanakan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Haji sendiri berasa dari kata hajj, yang artinya “mengunjungi sesuatu”. Menurut istilah diartikan sebagai: mengunjungi Bait Allah untuk menjalankan ibadah (iqamatan lin nusuk) pada waktu yang sudah ditentukan.

Segala peraturan yang berhubungan dengan ibadah haji terdapat dalam bab manasik pada kitab hadits.

Ibadah Haji diwajibkan Allah kepada kaum muslimin yang telah mencukupi syarat-syaratnya. Menunaikan ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Selanjutnya yang kedua kali dan seterusnya hukumnya sunat. Barang siapa yang bernazar haji, wajib melaksanakannya.

 

Rukun Haji

Rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji yang jika tidak dikerjakan hajinya tidak syah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut:

 

Ihram

Ihram adalah mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk haji atau umrah di Miqat Makani.

Pakaian ihram bagi laki-laki terdiri atas 2 lembar kain yang tidak dijahit. Satu lembar disarungkan untuk menutupi aurat antara pusat hingga lutut, dan yang lainnya diselendangkan untuk menutupi tubuh bagian atas. Kedua lembar kain disunatkan berwarna putih, dan tidak boleh berwarna merah atau kuning.

Pakaian ihram bagi wanita yaitu pakaian yang menutupi aurat (menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan kedua tangan dari pergelangan sampai ujung jari. Dibolehkan untuk mengenakan kain yang berjahit dan disunatkan berwarna putih.

Tempat ihram ada di beberapa tempat, yaitu di Zul Hulaifah, Juhfah, Yalamlam, Qarnul Manjil, Zatu Irqin dan Makkah

 

Wukuf

Wukuf dilaksanakan di Arafah, yaitu dengan berdiam diri, zikir dan berdo’a pada tanggal 9 Zulhijah. Setelah shalat subuh tanggal 9 Zulhijjah, jamaah haji berangkat dari Mina ke Arafah sambil menyerukan doa Talbiyah, dan singgah dahulu di Namirah.

Para jamaah sampai di Padang Arafah tepat pada waktu Zuhur. Selesai shalat, imam kemudian menyampaikan khutbah dari atas mimbar.

Selama wukuf di Arafah, para jemaah haji menghabiskan/mengisi waktunya untuk memahasucikan Allah dengan meneriakan talbiyah, berzikir dan berdoa sebagai berikut:

Labbaik Allahumma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, la syarika laka

Artinya:

“Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.”

Tawaf Ifadah

Tawaf Ifadah adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah


Sa’i,

Sa’i yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah. Adapun praktik pelaksanaan ibadah sa’i adalah sebagai berikut:

  1. Dilakukan sesudah tawaf
  2. Berlari-lari kecil atau berjalan cepat dari bukit Safa menuju bukit Marwah
  3. Dikerjakan sebanyak tujuh kali putaran: dari Safa ke Marwah satu putaran, dan dari Marwah Sa’I hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang mengerjakan haji atau umrah saja.

 

Tahallul

Tahallul adalah bercukur atau menggunting rambut sesudah selesai melaksanakan Sa’i. Setelah melontar Jumrah ‘Aqabah, jamaah kemudian bertahallul (keluar dari keadaan ihram), yakni dengan cara mencukur atau memotong rambut kepala paling sedikit tiga helai rambut. Laki-laki disunnahkan mencukur habis rambutnya, wanita mencukur ujung rambut sepanjang jari, dan untuk orang-orang yang berkepala botak dapat bertahallul secara simbolis saja. Setelah melaksanakan tahallul, perkara yang sebelumnya dilarang maka dihalalkan kembali.

 

Tertib

Tertib mengerjakan rukun haji sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal.

 

Wajib Haji

Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap rukun Haji, yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda). Wajib haji terdiri dari:

  1. Niat Ihram untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
  2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina). Pada saat mabit hendaknya bertalbiyah, berzikir, beristighfar, berdoa atau membaca Al-Qur’an selanjutnya mencari kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah.
  3. Melontar Jumrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut sambil membaca doa. Setiap kerikil harus mengenai (marma) jurang besar tempat jumrah.
  4. Mabit di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah). Hukumnya adalah sunnah.
  5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
  6. Tawaf Wada, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
  7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang waktu ihram.

Untuk menunaikan ibadah haji dengan sempurna tentunya memerlukan persiapan yang matang. Manasik haji merupakan salah satu upaya untuk memperdalam pemahaman calon haji dalam berhaji. Dalam manasik haji, calon haji diajarkan cara-cara berhaji seperti rukun haji, wajib haji dan segala peraturan yang berhubungan dengan ibadah haji.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Klik disisni! Di Jual Rumah dan Tanah! SEGERA!!

Calendar

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengunjung

  • 58,144 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: